Headlines News :
Home » » Sumber Ajaran Agama Hindu

Sumber Ajaran Agama Hindu

1.Weda
Kapan Veda Mulai Ada?
Veda adalah kitab suci Agama Hindu yang tertua. Bila kitab ini mulai ada tidak diketahui orang dengan pasti. Pendapat para sarjana bermacam-macam tentang hal ini. Ada yang berpendapat kitab ini mulai ada 1.200 tahun Sebelum Masehi, ada yang mengatakan 2.400 SM. Ada pula yang berpendapat lain lagi.
Orang-orang Hindu jaman dahulu jarang meninggalkan catatan- catatan yang bernilai sejarah. Kitab Veda diterima orang dari mulut ke mulut turun-temurun dari masa lampau yang tidak diketahui orang. Penulisan kitab Veda dengan huruf Devanagari adalah dari masa yang jauh kemudian. Orang percaya bahwa kitab suci ini diajarkan oleh Tuhan kepada para Rsi. Maka ia bukan buatan orang. Dari ajaran Veda inilah ajaran agama Hindu mengalir. Jiwa agama Hindu adalah jiwa ajaran Veda. Walaupun perubahan telah banyak terjadi, jiwa ajaran Veda tidak pernah berhenti memancarkan cahanya.

Catur Veda Samhita
Ada empat kitab suci Veda yaitu:
  • Rg Veda
  • Sama Veda
  • Yajur Veda dan ...
  • Atharva Veda.
Keempat-empatnya itu disebut Catur Veda Samhita, yaitu empat himpunan Veda. Dari keempat-empatnya ini Rg Vedalah yang tertua yang berisi nyanyian-nyanyian pujaan. Sama Veda tidak mempunyai nilai tersendiri, sebab sebagian besar nyanyian- nyanyiannya diambil dari Rg Veda yang dinyanyikan dengan melodi yang telah ditetapkan. Yayur Veda juga mengandung mantram-mantram Rg Veda yang ditambah dengan prosa- prosa yang tidak berasal dari Rg Veda. Bila mantram-mantram Rg Veda biasanya dikelompokkan persesuaian dengan dewa-dewa yang dipuja, maka mantram-mantram Sama Veda dikelompokkan sesuai dengan tempat dan penggunaannya dalam persembahan Soma dan Yajur Veda sesuai dengan penggunaannya berbagai-bagai upacara korban. Atharwa Veda mempunyai sifat yang agak lain dari ketiga Veda di atas. Atharva Veda mengandung mantram- mantram sihir yang berasal dari masa yang tidak dikenal.

Ajaran Ketuhanan dalam Weda
Mantram-mantram Veda itu adalah nyanyian-nyanyian pujaan yang ditujukan kepada para dewa. Para dewa dimohon supaya sudi mendengarkan nyanyian-nyanyian pemujanya yang pada umumnya mengandung permohonan agar para dewa menganugrahkan kerahayuan dalam mengayuh hidup di dunia ini. Nyanyian-nyanyian itu disusun dalam bahasa Sansekerta, bahasa orang India jaman dahulu.
Para dewa yang dipuja itu banyak jumlahnya. Yang sering dipuja antara lain ialah : Agni (dewa api), Surya (dewa mata- hari), Usas (dewa fajar), Prthivi (dewa bumi), Dyaus (dewa langit), Mitra (dewa siang dan langit yang terang benderang), Varuna (dewa langit yang gelap dan senja), Maruts (dewa angin ribut) Vayu (dewa angin), Savitr (dewa matahari pagi) dan lain-lainnya lagi.
Dari nama-namanya itu dewa-dewa itu personifikasi kekuatan-kekuatan yang tak tampak dibalik kekuatan-kekuatan alam. Kekuatan-kekuatan alam itu dan apa saja yang ada ini tunduk pada rta, yaitu tertib alam semesta. Oleh karena apa yang ada ini berada dalam keserasian antara yang satu dengan lainnya, maka pengendali rta itu harus satu saja. Demikianlah Varuna adalah rtavan, pengendali rta adalah Esa adanya.
Akan ajaran yang menyatakan bahwa Tuhan Esa adanya tersebar-sebar dalam mantram-mantram Veda. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
Sumeta visva ojasa patim divo
ya eka id bhur atihir jananam,
sa purvyo nutanamo aji gisan
tam vartanir anu vavrta eka id
(Sama Veda, 327)
Artinya;
Marilah datang bersama, engkau semua, dengan semangat kuat pada Penguasa Langit.
Dia yang hanya Esa, tamu semua orang.
Dia yang purba ingin kembali baru. Kepada-Nyalah semua jalan perpaling, Sesungguhnya Dia Esa belaka.
Yo nah pita janita yo nidhata,
dhanani veda bhuvanani visva,
yo devanam namadha eka eva,
tam samprasnam bhuvana yantyanya
(Rg Veda X. 83. 3).
Artinya:
Oh, Bapa kami, Pencipta kami, pengatur kami yang mengetahui semua keadaan, semua apa yang terjadi,
Dia hanyalah Esa belaka memikul nama bermacam-macam dewa.
Kepada Nyalah yang lain mencari-cari dengan bertanya-tanya.
Indram mitram varunam
agnim ahur atho divyah
Ekam sad vipra bahudha vadantyagnim yarnam mata-risvanam ahuh
(Rg Veda 1.164.46).
Artinya:
Mereka menyebut Indra, Mitra, Varuna, Agni dan Dia yang bercahaya, yaitu Garutman yang bersayap elok, Satu Kebenaran itu (Tuhan) orang bijaksana menyebut dengan banyak nama seperti Agni, Yama, Matarisavan.
Tad evagnis tad adityas
tad vayus tad u candramah,
tad eva sukra tad brahma
ta apan sa prajapatih
(Yajur Veda 32.1).
Artinya:
Agni adalah Itu, Aditya adalah Itu,
Vayu adalah Itu, Candrama adalah Itu,
Cahaya adalah Itu, Brahman adalah Itu,
Apah adalah Itu, Prajapatilah Ia.

Tuhan yang Esa ini dipuja orang dengan berbagai cara, di berbagai tempat dan dalam berbagai aspek dan perwujudannya. Dewa-dewa itu adalah aspek dari Yang Esa.

Beberapa Mantram Veda
Kepada Agni.
(Rg Veda I. 11 - 9)
Terjemahannya
1 Agnim ile purohitam yajnasya devamrtvijam, Utaram ratnadhatamam. Kami memuja Agni, Pendeta yang berada di depan, yang dipuja dalam upacara korban, Pendeta yang mengatur upacara korban sesuai dengan musim dan Pemuja yang mempersembahkan upacara korban dan yang menguasai kekayaan yang terbaik dalam wujud permata-permata.
2 Agnih purvebhir rsibhirijyo nutairuta, sa devam eka vaksati Demikianlah, Agni menjadi sasaran pemujaan para resi jaman dahulu dan jaman sekarang. Ia mengundang para dewa dan semua arah datang pada upacara korban ini.
3 Agnina rayimasnavat posameva dive dive, yasasam viravat tamam. Atas karunia Agni, setiap hari dunia ini akan mendapatkan kemakmuran, yang menyebabkan adanya kekuatan, jasa dan pahlawan yang mulia.
4 Agne yam yajnadvaram visvatah paribhurasi,sa id devesu yacchati. Agni, upacara korban yang Engkau kelilingi, sesungguhnyalah sampai pada dewa-dewa.
5 Agnir hota kavikratuh satyascitrasravastaniah, devo devibhiva gamat. Semoga Agni, Pendeta yang arif dan kreatif, jujur, amat terkenal datang ke sini bersama para dewa.
6 Yad angga dasuse tvam agna bhadram karisyasi, tavettatsatyamanggirah. Benarkah apapun yang Engkau anugrahkan kepada pemujamu, sesungguhnya kebenaranmu itu adalah Anggira.
7 Upa tvagne dive dive dosavaster dhiya vayam, namo bharanta emasi. Kami mendekat pada Mu setiap hari, pagi dan sore, untuk menghormati Mu
8 Rajantam adhvara nam gapamrtasya didivim, vardhamanam tve dame. Engkau penjaga upacara korban, penguasa hukum abadi, membesar di tempatmu sendiri.

9



Sa nah piteva sunave'gne supayano bhava, sacasva nah svastaye.
Artinya:
Mendekatlah pada kami, dengan cepat, seperti seorang ayah kepada anaknya.
Agni hadirlah pada kami demi kebahagiaan kami.
Kepada Vayu.
Terjemahannya
1 Vayava yahi darsateme soma aramhrtah, tesam pahi srudhi evam. Vayu yang menarik untuk dipandang, datanglah mendekat.
Minuman Soma ini telah selesai disiapkan, minumlah. Dengarkanlah doa kami.
2 Vaya uktebhi jarante tvam accha jaritareh, sutasoma aharvidah. O, Vayu, dengan mengetahui hari yang tepat, pemuja Mu memuja Mu dengan nyanyian suci dengan menuangkan perahan air Soma.
3 Vayo tava praprncati dhena jagati dasute, uruci somapitaye. O, Vayu, kata-kata-Mu yang meresap sampai kepada pemujaan-Mu.
Meluas sampai kepada yang minum Soma.
4 Indravayu ime suta upa prayobhir agatam, indavo vamusanti hi O, Indra, O Vayu. Inilah perahan buah Soma. Datanglah dekat-dekat pada Soma yang diperah enak ini. Perahan buah ini adalah untuk berdua
5 Vayavindrasca cetathah sutanam vajinivasu, tava yatamupa dravam O, Vayu, O Indra Engkau mengetahui perahan buah ini. Dengan tinggal pada tempat persembahan, Datanglah Engkau berdua cepat-cepat ke sini.
6 Vayavindrasca sunvata a yatamupa niskrtam, maksvittha dhiya nara. O Vayu, O Indra. Datanglah pada apa yang pemerah Soma telah disiapkan.
O, Para pemimpin maka dengan demikian kami akan memuja-Mu dengan segera.
7 Mitram huve putadaksam varunam ca risadasam, dhiyam ghrtascim sadhanta. Hamba menyeru kepada Mitra yang mempunyai kekuatan suci dan Varuna penghancur musuh. Engkau berdua telah menyempurnakan upacara persembahan mentega ini.
8 Rtena mitravaruna vrta vrdhavrtasprsa, kratum vrhantam asathe. Mitra dan Varuna. Pencinta dan pemegang hukum, Engkau mendapatkan tenaga-Mu yang besar melalui hukum.
9 Kavi no mitravaruna tuvijata uruksaya, daksam dadhate apasam. Pendeta kami, Mitra dan Varuna, yang luas wilayahnya, yang kuat karena keberaniannya. Karuniailah kami kekuatan yang bekerja dengan baik.
Kepada Varuna
(Rg Veda 1 25. 1-21)
Terjemahannya
1 Yadcidhi te viso yatha pra deva varuna vratam, minimasi dyavidyavi. Apapun hukum-Mu, Oh Dewa Varuna, sebagai manusia dan hari ke hari kami melanggarnya.
2 Ma no vadhaya katnave jihitanasya riradhah, ma hrnasya manyave. Janganlah kami menjadi mangsa kematian, dan dihancurkan karena kemurkaan-Mu, dan kemarahan-Mu yang keras ketika Engkau tidak senang.
Janganlah kami menjadi sasaran kematian karena kemarahan-Mu yang mematikan, karena kemarahan-Mu karena tidak senang.
3 Vi mrtikaya te mano rathirasvam na samtitam. girbhi varuna simahi. Untuk memperoleh berkah-Mu, O Varuna, kami ikat hati-Mu dengan nyanyian pujaan, seperti kusir mengikat kudanya yang berpakaian bagus.
4 Para hi mevimanyavah patantivasyaistaye, vayo na vasatirupa. Mereka melarikan diri dari kami tanpa semangat, hanya merunduk bila memperoleh kekayaan, seperti burung pada sarangnya.
5 Kada ksatrasriyam narama varunam karamahe, mrlika yorucaksasam. Kapankah kami dapat menundukkan Varuna, dewa pahlawan, penguasa pasukan perang yang dapat melihat jauh ?
6 Tadit samanamasate vananta na pra yucchatah, dhrtavrataya dasuse. Mereka berdua menerima dengan girang. Mereka tidak pernah mengecewakan pemuja-pemujanya yang setia.
7 Veda yo vinam padamantariksena patatam, veda navah samudriyah. Ia mengetahui jalan burung-burung yang terbang di angkasa dan sebagai raja lautan mengetabui perahu-perahu yang ada di sana.
8 Veda maso dhrtavrato dvadasa prajavatah, veda ya upajayate. Tepat dengan hukum-Nya yang suci, ia mengetahui bulan yang dua belas itu dengan dan pembagiannya yang menyusul. Ia mengetahui bulan yang datang kemudian.
9 Veda vatasya vartanimuror rsvasya brhatah, Ia tahu jalannya angin, angin yang menyebar, tinggi dan dahsyat. Ia mengetahui yang berada di atas itu.
10 Ni sasada dhrtavrato varunah pastya sva, samrajyaya sukratuh. Varuna yang menegakkan hukumnya yang suci, duduk ditempat tinggalnya, Ia amat arif duduk di sana mengatur semua.
11 Ato visvanyadbhuta cikitvam abhi pasyati, krtani ya ca kartva Dari sana dengan arif ia memandang segala yang menakjubkan apa yang telah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan.
12 Sa no visvaha sukratur adityah supatha karat, pra na ayunisi tarisat Semoga Aditya, yang amat arif menunjukkan jalan yang terang sepanjang hari kepada kita. Semoga ia memanjangkan urnur kita.
13 Bibharad drapim hiranyayam varuno vasta nirnijam, pari spaso ni sudire. Varuna, dengan berbaju besi, telah mengenakan ia jubah yang bercahaya-cahaya. Utusan-utusannya duduk mengelilingi.
14 Na yam dipsanti dipsavo na druhvano jananam, na druhvano jananam na devamabhimatayah Tuhan yang musuh-musuhnya tidak dapat mengancam, pun pula mereka yang mau menindas orang. Pun pula tidak mereka yang pikirannya cendrung pada kejahatan.
15 Uta.yo manusesva yasascakre asamya, asmakam udaresva. Ia yang melimpahkan keagungan kepada umat manusia, bukan keagungan yang cacat, terutama untuk badan kita.
16 Para me yanti dhitayo gavo na gavyutiranu, icchantirurucaksasam. Rindu pada dia yang dapat memandang jauh, pikiran kami bergerak menuju padanya, seperti sapi bergerak ke padang rumput.
17 Sam nu vacavahai punaryato me madhva bhrtam, hoteva ksadase priyam. Sekali lagi marilah kita bercakap-cakap bersama, karena madu kami telah tersedia. Pendeta seperti engkau akan menyantap apa yang menyenangkan bagimu.
18 Darsam nu visvadarsatam darsam rathamadhi ksami eta jusata me girah. Sekarang hamba lihat ia yang semua orang melihatnya. Hamba melihat keretanya di atas tanah.
19 Imarn me varuna srudhi havamadhya ca mrlaya, tvamavasyura cake. Varuna dengarlah seruan hamba. Hendaklah engkau lemah lembut kepada hamba hari ini. Karena mengharapkan pertolongan hamba menyeru kepadamu.
20 Tvam visvasya medhira divasca gmacca rajati, sa yamani prati srudhi Oh dewa yang arif, engkau adalah penguasa segala, engkau adalah raja bumi dan sorga. Dengarlah sementara engkau melanjutkan perjalananmu.
21 Uduttamam mumugdhi no vi pasam madhyamam rta, avadhamani jivase. Bebaskan hamba dan ikatan yang di atas, yang di tengah, yang di bawah sehingga hamba dapat hidup.

2.Upanisad
Jumlah Upanisad.
Setelah Veda maka terdapat kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad sebagai kitab-kitab suci agama Hindu. Kitab-kitab Brahmana dan kitab-kitab Upanisad merupakan bagian-bagian kitab suci Veda. Masing-masing Veda mempunyai kitab-kitab Brahmana dan Upanisad sendiri-sendiri.
Salah satu kitab Brahmana yang terkenal ialah Satapatha Brahmana yang masuk bagian kitab Yajur Veda. Kitab ini diperkirakan orang mulai ada sekitar 1000 tahun sebelum Masehi dan merupakan buku pedoman untuk mengadakan upacara. Pada dasarnya kitab ini menguraikan sistem upacara sampai sekecil-kecilnya sehingga dengan demikian lebih banyak berkaitan dengan bentuk luar pelaksanaan hidup beragama dibandingkan dengan hidup kerohanian.

Kitab-kitab Upanisad diperkirakan muncul setelah kitab-kitab Brahmana yaitu sekitar 800 tahun sebelum Masehi. Jumlahnya amat banyak, lebih dari 200 judul, namun Muktika Upanisad menerangkan jumlahnya 108 buah dan banyak di antaranya berasal dari jaman yang tidak terlalu tua. Upanisad-Upanisad tua dan penting ialah:
  • Isa Upanisad
  • Kena Upanisad
  • Katha Upanisad
  • Prasna Upanisad
  • Mundaka Upanisad
  • Mandukya Upanisad
  • Taittiriya Upanisad
  • Aitareya Upanisad
  • Chandogya Upanisad
  • Brhadaranyaka Upanisad
  • Kausitaki Upanisad
  • Maitrayaniya Upanisad dan ....
  • Svetasvatara Upanisad.

    Kata Upanisad artinya duduk di bawah dekat guru. Kata ini erat hubungannya dengan sakhas yaitu kelompok orang yang mempelajari Veda. Pada sakhas itu duduk beberapa murid terpilih (dipilih berdasarkan kesetiannya pada guru dan kejujurannya) di bawah mengelilingi seorang guru. Apa-apa yang diajarkan oleh guru tersebut kemudian dikumpulkan menjadi kitab Upanisad. Karena sakhas itu banyak maka Upanisad itupun banyak pula jumlahnya.
    Dari sakhas yang banyak jumlahnya itu sebagian besar lenyap dalam perjalanan jaman, dan untuk masing-masing Veda tinggal memiliki beberapa sakhas dan Upanisad yang penting-penting saja.

No Upanishad Sakhas
1 Rg Veda
  • Aitareya Upanisad
  • Kausitaki Upanisad
Aitareyin
Kausitakin
2 Sama Veda
  • Chandogya Upanisad
  • Kena Upanisad
Tandin
Yaiminiya
3 Yajur Veda
  • Taittiriya Upanisad
  • Svetasvatara Upanisad
  • Brhadaranyaka Upanisad
  • Isa Upanisad
Taittiriyaka
Vajasaneyin
4 Atharva Veda
  • Mundaka Upanisad
  • Prasna Upanisad
  • Mandukya Upanisad
  • Narayana Upanisad

Ajaran KeTuhanan Dalam Upanisad
Benih ajaran Upanisad adalah ajaran Veda Dalam Nasadiya Sukta yaitu salah satu bagian Veda yang terkenal dikatakan yang ada hanya Tuhan dan di luar Dia tidak ada apa-apa lagi.
Kutipan:
Rsi Paramesti : dewata Bhavasrattam; matrik Tristubh X. I I. 129.

Mantram Terjemahan:
a. Nasad asin no sad asit tadanim nisid rajo
no vyama paro yat, kim avarivah kuha kasya
sarman kim asid gahanam gabhiram.
Pada waktu itu tidak ada yang bukan ada maupun yang ada. Waktu itu tidak ada dunia, tidak ada langit pun pula tidak ada yang di atas itu. Apakah yang menutupi dan di mana? Airkah di sana, air yang tak terduga dalamnya?
b. Na mrtyur asid amrtam na ratrya alma asit
praketah. anid avatam svadhaya tad ekam
tasmad dhanyan na parah kim canasa.
Waktu itu tidak ada kematian, pun pula tidak ada kehidupan. Tidak ada tanda yang menandakan siang. dan malam. Yang Esa bernfas tanpa nafas menurut kekuatannya sendiri. Di luar Dia tidak ada apapun juga.
c. Tama asit tamasa gulham agre praketam
salilam sarvam a idam tuchyenabhv apihitam
yad asit tapasas tan mahina jayataikam.
Pada mula pertama kegelapan ditutupi oleh kegelapan. Semua yang ada ini adalah ketakterbatasan yang tak dapat dibedakan. Yang ada waktu itu hanyalah kekosongan dan yang tanpa bentuk. Dengan tenaga panas yang luar biasa lahirlah kesatuan yang kosong.
d. Kamas tad agre sam avartatadhi manaso
retah prathaman yad asit, sato bandhum
asati nir avin dan hrdi pratisya kavayo manisa.
Pada awalmulanya, setelah itu, timbulah keinginan yang merupakan benih semangat. Para Rsi setelah meditasi dalam hatinya menemukan dengan kearifannya hubungan antara yang ada dan yang bukan ada.
e. Tirascino vitato rasmir esam adhah
svid asid upari svid asit, rethoda
asan mahimana asan svadha avastat
prayatih parastat.
Sinarnya terentang ke luar, apakah ia melintang, apakah ia di bawah atau di atas. Beberapa menjadi pencurah benih, yang lain amat hebat. Makanan adalah benih rendah, pemakan adalah benih unggul.
f. Ko addha veda ka iha pra vocat kuta
ajata kuta iyam visrstih, arvag deva
asya visarjanenatha ko veda yata ababhuva.
Siapakah yang sungguh-sungguh mengetahui ?
Siapakah di dunia ini dapat menerangkannya ?
Dan manakah penjadian ini, dan manakah timbulnya ?
Dewa-dewa ada setelah penjadian ini.
Kemudian siapakah yang tahu, dan manakah ia muncul ?
g. Iyam visrstir yata ababhuva yadi vadadhe
yadi va na, yo asyadhyaksah parame vyoman
so anga veda yadi va na veda.
Dia, yang dari padanya penjadian ini timbul yang membentuknya atau mungkin pula tidak. Dia yang mengawasi alam ini berada di langit yang tertinggi, sesungguhnya ia mengetahui atau barangkali tidak mengetahui.

Tad ekam yaitu Yang Esa sama dengan Brahman atau Atman dalam Upanisad. Memang ajaran pokok Upanisad ialah tentang Brahman dan Atman. Brahman adalah azas pertama sejauh ia terkandung dalam alam semesta, dan atman sejauh ia dikenal sebagai pribadi dalam diri manusia. Dalam hubungan ini dapat kita ambil bagian Chandogya Upanisad III. 1 yang pandangan tunggalnya yang mendasar meliputi hal ini, yaitu :
Mantram Terjemahan:
sarvarn khalu idam brahma semuanya ini sesungguhnya adalah Brahman.

dan pada III. 14. 3 Upanisad yang sama :
Mantram Terjemahan:
esa ma atma antar hrdaye Brahman adalah atman dalam diri kita.

Contoh yang lain dilengkapi oleh ceritera Gargya dalam Brhadaranyaka Upanisad yang tak berhasil memberikan batasan tentang Brahman dan akhirnya ia mendapat penjelasan tentang atman untuk menjelaskan tentang Brahman dari seorang raja.
Apabila untuk tujuan ini kita berpegang teguh pada perbedaan Brahman sebagai azas alam semesta dengan atman sebagai azas rohani, maka pemikiran pokok dari semua ajaran filsafat Upanisad dapat kita nyatakan dengan persamaan yang sederhana.:
Brahman = Atman
Brahman, kekuatan yang menampilkan din kepada kita membenda pada semua benda yang terjadi, yang mencipta, mendukung, memelihara dan menerima kembali seluruh alam semesta ini ke dalam diri-Nya sendiri, dan tenaga suci yang kekal tak terbatas ini sama dengan atman yang apabila kita tinggalkan dengan melepaskan semua bentuk kulit- luar, kita akan mendapatkan dalam din kita sendiri sebagai hakekat yang paling hakiki, pribadi kita, jiwa kita. Kesamaan akan Brahman dan atman ini, antara Tuhan dan rokh perseorangan, adalah pandangan yang mendasar pada semua ajaran upanisad. Hal inipun dinyatakan dengan ucapan agung:
Mantram Terjemahan:
tat tvam asi engkau adalah itu

dalam Chandogva Upanisad VI. 8. 7
Mantram Terjemahan:
aham brahma asmi saya adalah Brahman

dalam Brhadaranyaka Upanisad 1. 4. 10 :
Mantram Terjemahan:
brahma atma sikyam kesatuan Brahma dan Atma merupakan ajaran Vedanta yang pokok.

Beberapa kutipan Upanisad
1. BRAHMAN, YANG TUNGGAL DAN SUMBER SEGALANYA.
Mantram
Artinya:
asan eva sa bhavati, asad brahmeti veda cet, asti brahmeti ced vedam santam enam tato viduh, tasyaisa eva sarira atma, yah purvasya, athato anuprasnah, uta avidvan umum lokam pretya kascana gacchati u, aho vidvan amum lokam pretya, kascit samasnuta u; so'kamayata, bahu syam prajayeyeti, sa tapo 'tapyata, so tapas taptva, idam sarvam asrjata, yad idam kim ca, tat srstva tad evanupravisat, tad anupravisya sac tyac ca abhvat, niruktam caniruktam ca, nilamayam canilayanam ca, vijnanam cavijnanam ca, satyam canrtam ca, satyam abhavat, yad idam kim ca, tat satyam ity acaksate
tad apy esa sloka bhavati
Tiada-keberadaan-lah sesungguhnya jadinya bagi seseorang yang mengerti Brahman sebagai yang bukan- oknum. Apabila seseorang mengerti bahwa Brahman adalah apa yang ada sekarang, hal seperti itu orang mengertikannya sebagai keberadaan. Inilah sesungguhnya. jiwa yang terwujud dan yang terdahulu. Sekarang pertanyaan berikut. Apakah orang tidak tahu, ketika berpisah dari kehidupan ini, pergi ke dunia ke sana? Atau apakah ada seseorang yang mengerti, setelah meninggalkan dunia ini, mencapai dunia itu ?
Dia (Jiwa Maha Tinggi) menginginkan sesuatu. Coba aku menjadi banyak. Cobalah aku lahir. Dia melakukan tapa. Setelah menjalankan tapa, dia menciptakan semua ini, apa saja yang ada di sini. Setelah menciptakan hal ini, dia kemudian memasukinya. Setelah memasukinya dia menjadi yang sesungguhnya dan yang di luar, yang bisa diukur dan yang tidak bisa diukur, kedua-duanya baik yang punya dasar maupun yang tidak, yang punya kecerdasan dan yang tidak, yang benar dan yang tidak benar, sebagai yang nyata dia menjadi apa saja yang ada di sini. Itulah sebabnya di sebut yang nyata.

Mengenai hal itu ada juga sloka berikut :
(Chandogya Upanisad II.6.1).
2. BERBAGAI DEWATA DAN SATU BRAHMAN
Mantram
Artinya:
1 Athatha hainam vidagdhah sakalyah papraccha : kati devah, yadnawalkya, iti, sa haitayaiva nivida pratipede, yavanto vaisva devasya nividy ucyante; trayas ca tri ca sata, trayas ca tri ca sahasreti, aum iti, hovaca, katy eva devah, yajnavalkya, iti, trayas trnusad iti. hovaca, katy eva devah, yajnavakya iti. sad iti. aum iti. hovaca, katy eva devah, yajnavakya iti. aum iti. hovaca, yajnawalkya iti. dvav iti. aum iti. hovaca, katy eva devah, yajnawalkya, iti. adhyardha iti. aum iti. hovaca, katy eva devah, yajnavalky iti. eka iti. aum iti. hovaca katame tetrayas ca tri ca sahasreti. Kemudian Vidagdha Sakalaya bertanya kepadanya : Ada berapa banyak di sana, Yajnavalkya? Dia menjawab dengan nivid berikut. 'Sebanyak yang disebutkan dalam nivid (pujian kepada dewata) dari kidung pujian kepada Visva devas, yaitu sebanyak 303 dan 3003. 'Dia bertanya lagi : 'Ya tetapi berapa banyak dewata di sana Yajnavalkya? Tiga puluh tiga. 'Ya. tetapi berapa banyak dewata di sana Yajnavalkya? 'Enam' ya, tetapi berapa banyak dewata di sana. Yajnavalkya? Tiga. Ya, tetapi berapa banyak dewata di sana.Yajnavalkya? Dua. Ya, tetapi ada berapa dewata di sana, Yajnavalkya? satu setengah. Ya, tetapi ada berapa dewata di sana, Yajnavalkya? 'Satu. Ya, tetapi di mana yang 303 dan 3003 itu?
2 sa hovaca, mahimana evaisam ete, trayas trimsat tv eva deva iti. katame te trayas trimsad iti. atau vasavah ekadasa rudrah, dvadasadityah, te ekatrmsat indras caiva prajapatis ca trayatrimsav iti. Yajnavalkya menjawab: Jumlah tersebut adalah hanya perwujudan dari mereka saja sebenarnya jumlah mereka ada 33 dewata. 'Apa sajakah yang 33 ini? 'Kedelapan Vasu, kesebelas Rudra, dan kedua belas Aditya, sernuanya menjadi 31, Indra dan Prajapati maka sernuanya menjadi 33.
3 katame vasava iti. agnis ca prthivi ca vayus cantariksam cadityas ca dyaus ca candramas ca naksatrani ca. etevasavah etesu hidam sarvam hitam iti, tasmad vasava iti. Yang manakah para Vasu? 'Api, bumi, udara. langit, matahari, surga, bulan dan bintang-bintang inilah para Vasu, karena pada merekalah sernuanya ditempatkan : karena itu mereka disebut Vasu.
4 katame rudra iti. daseme puruse pranah atmaikadasah: te yadasmat sariran martyad utkramanti, atha rodayanti. tad yad rodayanti, tasmad rudra iti. Yang manakah para Rudra? 'Kesepuluh nafas dalam diri seseorang dengan pikiran sebagai yang kesebelas. Ketika nafas-nafas ini terpisah dari badan yang fana ini, mereka menyebabkan kita (keluarganya) menangis. Karena mereka menyebabkan kita menangis, mereka disebut Rudra.
5 katama aditya iti. dvadasa vai masah samvatsarasya. eta adityah, ete hidam sarvam adadana yanti: teyad idam sarvam adadana yanti, tasmad aditya iti, Yang manakah para Aditya? 'Sesungguhnya dua belas bulan dalam setahun, inilah para Aditya, sebab mereka bergerak dengan membawa semuanya ini. Karena mereka bergerak membawa semuanya ini maka disebut Aditya.
6 katama indrah, katamah prajapatir iti. stanayitnur evendrah, yajnah prajapatir iti. katamah stanayitnur iti. asanir iti. katamo yajna iti. pasava iti. Yang mana Indra? Yang mana Prajapati? 'Indra adalah guntur dan Prajapali adalah yajna. 'Yang mana guntur? 'Petir, 'Yang mana yajna? 'Binatang-binatang (korban persembahan).
7 katame sad iti. agnis ca pryhivi ca vayus cantariksam cadityas ca dyaus c, ete sat; ete hidam sarvarn sad iti. Yang mana yang enam? 'Api, bumi, udara, langit, matahari dan surga, inilah yang enam, sebab yang enam itu adalah semuanya ini.
8 katame te trayo deva iti. ima eva trayo lokah esu hime sarve deva iti. katamau tau dvau devau iti. annam caiva pranas ceti katamo'dhyardha iti. yo yam pavata iti. Yang manakah ketiga dewata? 'Mereka sesungguhnya adalah ketiga dunia, sebab di dalam ketiga dunia-dunia ini semua dewata berada. 'Yang manakah kedua dewata? 'Makanan dan nafas. 'Yang mana satu setengah ?
Yang satu di sini yang meniup angin.
9 tad ahuh, yad ayam eka ivaiva pavate, atha katham adhyardha iti. yad asminn idam sarvam adhyardhnot tenadhyardha iti. katama eko deva iti. prana iti, sabrahma, tyad ity acaksate Mengenai hal ini beberapa orang berkata bahwa karena dia yang meniup layaknya seperti satu, bagaimana mungkin dia satu setengah? Jawabnya adalah, sebab pada dia (ketika ia meniup) sernuanya ini menjadi berkembang. Yang manakah Dewata yang Tunggal? 'Nafas. Dialah Brahman. Mereka menyebutkannya tyat (itu).
(Brhadaranyaka Upanisad III.9.1-9).
3. BHRGU MENYELIDIKI BRAHMAN.

Mantram
Artinya:
  bhrgut vai varunih, varunam pitaram upasasara,adhihi bhagavo brahmeti, tasma etat provasca, annam pranam caksus srotram mano vacam iti.tam hovaca, yato va imani bhutani jayante, yena jatani jivanti, yat prayanti abhisamvisanti tad visa tapo' tapyata, sa tapas taptva. Bhrgu, putra Varuna, mendekati ayahnya dan berkata: 'Junjunganku ajarkanlah Brahman kepada hamba. Beliau menjelaskan: benda yang hidup, penglihatan, pandangan, fikiran, wicara.
Beliau berkata lebih Jauh: Itu sesungguhnya. dari mana makhluk-makhluk ini dilahirkan dan dari mana sejak lahir mereka hidup, memasuki apa ketika mereka pergi. Itulah yang ingin diketahui. Itulah Brahman.

(Taittiriya Upanisad III.1.1).
4. ATMAN ADALAH IMMANENT DAN TRANSENDEN
Mantram
Artinya:
1 Agnir yathaiko bhuvanam pravisto rupam-rupam pratirupo babhuva,
ekas tatha sarva bhutantar atma rupam-rupam prati rupo bahisca.
Bagai api yang memang satu, saat memasuki dunia ini menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan obyek (yang dibakarnya), demikian pula Atma yang satu ini menjadi berbagai bentuk sesuai dengan (apa yang dimasukinya), dan juga tetap berada di luar semua itu.
2 vayur yathaiko bhuvanam pravisto rupam pratirupo babhuva ekhas tatha sarva- bhutantar atma rupam prati rubhis ca. Bagaikan juga udara yang satu, masuk ke dalam dunia ini dan menjadi berbagai bentuk sesuai dengan obyek yang dimasukinya, demikian juga Atman yang satu dalam semua makhluk menjadi berbagai macam sesuai dengan apa yang dimasukinya dan juga tetap berada di Iuar sernuanya.
3 suryo yatha sarva lokasya caksur na lipyate cakbahya dosaih ekas tatha sarva bhutantar atma na lipyate loka duhkena bahyah. Bagaikan juga matahari, yang merupakan mata dari seluruh dunia, tidak dikotori oleh keburukan-keburukan luar yang dilihat oleh mata, demikian juga Yang Satu di dalam setiap makhluk tidak dicemarkan oleh penguasaan dunia, sebab dia berada di luarnya
4 eko vasi sarva-bhutantar-atma ekam bijam bahudhayah karoti. tarn atmastham ye'nupasyanti dhiras tesam sukham sasvatam netaresam Yang satu, penguasa semuanya. atman dari semua benda.yang membuat dirinya yang tunggal menjadi jamak, kepada yang arif yang mengerti bahwa dia bersemayam pada jiwa, kepada merekalah suka cita yang kekal (ananda) dan bukan kepada yang lain.
5 nityo'nitvanam cetanas cetananam eko bahunam yo.vidadhati kaman,
tam atmastham yenupasyanti dhirah; tesam santis sasvati, netaresam.
Yang satu kekal diantara yang cepat berubah, yang sadar diantara yang sadar, yang tunggal di antara yang jamak, yang mengabulkan keinginan-keinginan mereka, kepada yang arif yang mengerti tempat-Nya pada jiwa, kepada merekalah ada kedamaian abadi dan bukan kepada yang lain.
6 tad etad iti manyante'nirdesyam paramam sukham, katham nu tad vijaniyam kimu bhati vibhati va. Inilah dia yang dengan demikian mereka mengenalnya, kebahagiaan Maha Tinggi yang tidak bisa dijelaskan. Bagaimana aku bisa mengetahui hal ini? Apakah dia bersinar (sendiri) atau apakah dia bersinar (karena memantulkan sinar)?
7 na tatra suryo bhati, na candra-tarakam, nema viayuto bhanti, kuto'yam agnih; tam eva bhantam anubhati sarvam tasya bhasa sarvam idam vibhati. Matahari tidak bersinar di sana, tidak juga bulan dan bintang, kilat ini tidak bersinar, jadi di manakah adanya api ini? Sernuanya bersinar sesudah sinar itu, Sinarnya menyinari semua dunia ini.
(Katha Upanisad 11.2.9-15).

3.Lontar-lontar

Jenis Jenis Lontar
Pokok-pokok ajaran Ketuhanan yang termuat dalam pustaka suci Veda dan Upanisad seperti yang diuraikan di atas ditulis kembali ke dalam lontar-lontar di Bali dengan menggunakan aksara Bali. bahasa Sansekerta-kepulauan, bahasa Jawa Kuna maupun bahasa Bali.

Lontar-lontar tersebut tersimpan dan terpelihara di Bali dalam jumlah yang cukup banyak, tersebar di berbagai tempat. Tempat-tempat tersebut seperti misalnya di: Gedong Kirtya Singaraja. Perpustakaan Universitas Udayana Denpasar, Perpustakaan Universitas Hindu Dharma Denpasar, Perpustakaan Universitas Dwijendra Denpasar, Kantor Pusat Dokumentasi Kebudayaan Bali Propinsi Bali dan lain sebagainya. Di samping itu tidak sedikit juga lontar-lontar itu tersimpan di rumah perorangan yang diwarisi secara turun-temurun, sebagai perpustakaan pribadi.

Isinya memuat berbagai hal yang terkait dengan Agama dan Kebudayaan Hindu di Bali. Sebelum sampai kepada lontar-lontar sumber ajaran filsafat Ketuhanan itu sendiri maka patut pula diketahui beberapa dari lontar-lontar tersebut, di antaranya sebagai berikut :
1 Lontar-lontar tentang puja.
Lontar ini berisi puja pegangan para Sulinggih pada waktu memuja dan "muput" upacara agama. Lontar-lontar ini memakai bahasa Sanskerta kepulauan. Beberapa di antaranya adalah:
  • Wedapankrama
  • Suryasewana
  • Arghapatra
  • Puja ksatrya
  • Puja-mamukur
  • Kajang-pitra-puja
2 Lontar-lontar tentang Yajna.
Lontar-lontar ini banyak benar jenisnya. Umumnya mengandung petunjuk-petunjuk umum untuk melakukan upacara yajna, baik mengenai jenis banten atau sesajennya, perlengkapannya dan sebagainya. Berikut adalah contoh nama lontar yang dimaksud :

  • Dewa-tatwa
  • Sundarigama
  • Wrhaspatikalpa
  • Yamapurwana tatwa
  • Kramaning madiksa
  • Dharma-koripan
  • Janma-prakerti
  • Anggastiaprana
  • Sri purana
  • Tatwa-siwa-purana.
Lontar Wariga
Lontar-lontar lain yang erat hubungannya dengan lontar Yajna ini adalah lontar-lontar Wariga, seperti :

  • Wariga Gemet
  • Wariga Krimping
  • Wariga
  • Wariga Parerasian
  • Wariga Palalawangan
  • Purwaka Wariga.
Lontar-lontar etika
Isinya adalah ajaran tentang etika, kebajikan dan tuntunan untuk menjadi orang "Sadhu" yaitu arif dan bijaksana, berbudi luhur, berpribadi mulia dan berhati suci. Yang termasuk lontar jenis ini antara lain:
  • Sarasamusccaya
  • Slokantara
  • Agastiaparwa
  • Siwasasana
  • Wratisasana
  • Silakrama
  • Pancasiksa
Lontar-lontar tattwa Lontar-lontar jenis inilah yang memuat ajaran-ajaran Ketuhanan, di samping juga memuat ajaran tentang penjadian alam semesta, ajaran Yoga, ajaraa tentang "Kelepasan" dan sebagainya. Sebagian besar lontar - lontar ini bersifat Siwaistis. Beberapa di antaranya adalah :
  sumber:http://www.babadbali.com/canangsari/sumberhindu.htm
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Template | Wirra Ender Awake
Copyright © 2013. Berita Seputar Bali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger